• Baca Berita
  • Berita Rilis :   2017-02-11

    Pendidikan Seks dari Sekolah Hingga Situs Porno

    Pendidikan Seks dari Sekolah

    Di dunia ini tak ada sesuatu yang benar-benar hitam atau putih, ini yang ingin dicitrakan oleh situs Pornhub sebagai pemimpin industri pornografi saat ini. Februari 2017, dilansir dari situs MensHealth, Pornhub merilis sexual wellness center yang bisa diakses dengan cuma-cuma oleh pengunjung yang ingin mendapatkan informasi seputar cinta, seks, dan intimasi yang biasanya tak didapatkan dari menonton porno semata. Pengakses rata-rata situs porno per tahun sebanyak 87,8 miliar views.

    Pornhub merasa memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi kepada para pengakses situsnya yang bisa jadi tak pernah terpikirkan oleh situs-situs lain yang sekadar mengeksploitasi seks dari gambar dan video. Situs ini pun menggaet psikolog klinis dan radio host Laurie Betito Ph.D. untuk memberi konsultasi tentang perilaku seks yang aman, serba-serbi infeksi yang ditularkan melalui hubungan badan, serta saran-saran tentang hubungan dengan pasangan.

    Ide edukasi seks ini menanggapi adanya kebutuhan pengetahuan anak-anak muda tentang hubungan seksual yang mayoritas mendapatkannya dari visual-visual porno. Interpretasi yang beragam atau bahkan stigma salah kaprah mengenai relasi dan hubungan seks tidak jarang terjadi jika seseorang hanya menangkap informasi dari video-video porno. 

    Pornhub mencermati hal ini dan menambahkan fasilitas komunikasi interaktif dengan pakar relasi dan seks yang menjadi partnernya supaya misinterpretasi bisa diminimalisasi. Corey Price, Pornhub’s Vice President menyampaikan kepada Mashable, “Tujuan kami adalah menyediakan situs yang mempunyai informasi yang kredibel dan mendalam kepada pengunjung alih-alih mereka harus menjelajah di internet.” 

    Segmen yang disasar Pornhub untuk fasilitas anyar ini tak hanya para pemula dalam hal pengalaman urusan ranjang, tetapi juga untuk semua orang yang mencari tips dari ahli untuk memenuhi rasa penasaran mereka terhadap aneka topik, termasuk yang paling enggan untuk diungkapkan kepada orang dekat di kehidupan nyata sehari-hari. 

    Gagasan unik dari Pornhub rupanya bukan hal baru. Setahun silam, dilansir dari situs Muscle and Fitness, situs hiburan dewasa ini juga merilis aplikasi sejenis permainan yang menghubungkan aktivitas seksual dengan kegiatan olahraga membakar kalori.

    Fenomena situs porno membuat edukasi seks mendatangkan sebuah pertanyaan reflektif: apakah institusi-institusi sosial sebegitu minimalnya menyuguhkan pengetahuan tentang hal ini? Di negara-negara yang menabukan wacana tentang seks, bisa ditebak edukasi seputar hubungan badan cenderung tak populer. Akibatnya, kesalahan persepsi mengenai seks sering kali tak bisa dihindari. 

    Pada 2011, survei yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan menunjukkan hanya 20 persen remaja Indonesia usia 15-24 tahun yang mempunyai pengetahuan komprehensif seputar HIV yang direlasikan dengan perilaku seksual. Dilansir dari New York Times, Menteri Kesehatan pada masa itu, Dr. Nafsiah Mboi, berpendapat perlu langkah untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan reproduksi bagi para remaja. 

    “Saya percaya mereka memiliki hak untuk mendapat informasi (tentang seks),” imbuhnya. 

    Kala itu sang menteri sempat mendapat kecaman dari masyarakat ketika menjalankan program edukasi seks yang mempromosikan penggunaan kondom untuk pencegahan penularan HIV. Hal ini menyiratkan resistensi terhadap pendidikan seks yang bagi sebagian orang—terutama pihak-pihak religius konservatif—justru memberikan implikasi negatif terhadap moralitas. 

    Peristiwa pelecehan seksual terhadap anak kecil di sebuah sekolah internasional di Jakarta serta sejumlah berita tentang kekerasan seksual terhadap perempuan beberapa waktu silam tak pelak membuat wacana terkait pendidikan seks sejak dini bisa terangkat ke permukaan. Berbagai elemen masyarakat seperti KPAI, Komnas Perempuan, dan Aliansi Remaja Independen menekankan pentingnya peran aktif keluarga dan pemerintah lewat institusi akademik untuk memberikan pendidikan seks kepada remaja. 

    Beberapa tahun lalu, seperti dikutip dari Antara, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memasukan materi pendidikan seksual yang disebut sebagai pendidikan kesehatan reproduksi di dalam Kurikulum 2013. Materi tersebut ada di dalam mata pelajaran biologi di tingkat SMA/SMK atau mata pelajaran IPA di SMP. 

    Sumber : https://tirto.id/pendidikan-seks-dari-sekolah-hingga-situs-porno-ciH5